Untung Saja Menurut
”Salia, bawa payung kata ibu” tapikan, udaranya cerah bu, jawab Salia. “ biar cerah, kamu harus bawa payung, kata Ibu, dan lanjutnya, “sekarang ini kan musim hujan”.
Akhirnya walaupun Salia malas membawa payung, ia bawa juga payung itu. Ternyata diwaktu mau pulang ke rumah, hujan turun dengan derasnya… “Untung saya nurut Ibu”, kata Salia dalam hati, kalau nggak saya sudah kehujanan
(tamat)
Cil...Cil...kemana kamu ...?
Carrie mempunyai anjing bernama Percil, ia masih suka jalan -jalan kemana mana pada suatu hari saat Carrie pulang sekolah ia memanggil Percil tapi tidak datang .
Kemana Perci ?, ia pun mencari Percil tapi tidak ketemu akhirnya Carrie bilang ke mamanya bahwa Percil hilang, mamanya segera ke dapur sambil memanggil, “ cil-cil percil”, karena melihat makanan Percil pun segera datang. Carrie segera memeluk percil dengan senang
(tamat)
Hilang di Mall
Hari ini Line diajak ke mall yang besar iapun langsung ke bagian boneka, namun karena terlalu asyik melihat- lihat ia kehilangan orang tuanya.
Ia segera kebagian informasi lalu petugas mall itupun menanyai namanya darimana ia, dan nama orangtuanya setelah dipanggil 2x
baru orangtuanya datang. Mulai sekarang ia tidak berani lagi pergi jauh dari orang tuanya, kalau diajak ke Mall.
(tamat)
Tidak Jadi Membolos
“besok aku mau bolos ah, kan besok ada film kartun bagus“,
kata Doni. Lalu keesokan harinya waktu ia dibangunkan ia segera ingat,
bahwa tidak boleh membolos jadi ia tetap masuk ke sekolah
meskipun ada kartun bagus,
Doni tahu sekolah lebih penting dari film kartun.
(tamat)
Kapok
Dani adalah anak yang terkenal nakal di kelas 3A. Walaupun sudah berkali berkali di nasihati ia tetap saja nakal. Pada suatu hari pada tanggal 16 Agustus ada pengumuman di sekolah bahwa tanggal 17 Agustus akan diselenggarakan berbagai lomba di antaranya Dani memilih lomba lari.
Pada saat lomba lari ia sengaja menjatuhkan sebuah kulit pisang, agar orang lain terjatuh, tetapi ia lupa kalau ia telah menjatuhkan kulit pisang, dan pada saat lomba ia jatuh, karena kulit pisang yang ia jatuhkan tadi.
Salah satu temanya berkata “kapok” akhirnya Dani tidak nakal lagi karena takut dibilang “kapok” lagi oleh temanya
(tamat)
Persahabatan
Sebenarnya Nissa dan Mika sudah bersahabat sejak TK, hanya persahabatan mereka jadi putus karena Mika mematahkan penggaris Nissa.
Tapi kenang kenangan dari persahabatan mereka adalah sebuah boneka singing Belle mereka membelinya di Kalimantan, diwaktu mereka berlibur bersama, waktu itu Nisa dan orang tuanya belibur ke Kalimantan, dan mereka mengajak Mika ikut berlibur
Sebenarnya Mika sudah minta maaf ke Nissa. Tapi Nissa masih marah. Mika sedih, karena persahabatan mereka putus. Tapi Mika masih punya harapan mereka akan berteman lagi, “aku akan mengganti penggaris Nissa”, katanya dalam hati.
Lalu Mika pergi membeli penggaris, kemudian ia pergi ke rumah Nissa, di perjalanan ia bertemu dengan Nissa. Nisa berkata “kamu mau ke mana Mika?” jawab Mika, ”ke rumahmu, Nis, aku mau mengganti penggarismu yang telah kupatahkan”, Nissa berkata, ”makasih ya“. Akhirnya persahabatan kami pulih kembali
(tamat)
Sunday, January 20, 2008
cerita copyan cinderella
CINDERELLA
Di sebuah kerajaan, ada seorang anak perempuan yang cantik dan baik hati. Ia tinggal bersama ibu dan kedua kakak tirinya, karena orangtuanya sudah meninggal dunia. Di rumah tersebut ia selalu disuruh mengerjakan seluruh perkerjaan rumah. Ia selalu dibentak dan hanya diberi makan satu kali sehari oleh ibu tirinya. Kakak-kakaknya yang jahat memanggilnya "Cinderela". Cinderela artinya gadis yang kotor dan penuh dengan debu. "Nama yang cocok buatmu !" kata mereka.
Setelah beberapa lama, pada suatu hari datang pengawal kerajaan yang menyebarkan surat undangan pesta dari Istana. "Asyik… kita akan pergi dan berdandan secantik-cantiknya. Kalau aku jadi putri raja, ibu pasti akan gembira", kata mereka. Hari yang dinanti tiba, kedua kakak tiri Cinderela mulai berdandan dengan gembira. Cinderela sangat sedih sebab ia tidak diperbolehkan ikut oleh kedua kakaknya ke pesta di Istana. "Baju pun kau tak punya, apa mau pergi ke pesta dengan baju sepert itu?", kata kakak Cinderela.
Setelah semua berangkat ke pesta, Cinderela kembali ke kamarnya. Ia menangis sekeras-kerasnya karena hatinya sangat kesal. "Aku tidak bisa pergi ke istana dengan baju kotor seperti ini, tapi aku ingin pergi.." Tidak berapa lama terdengar sebuah suara. "Cinderela, berhentilah menangis." Ketika Cinderela berbalik, ia melihat seorang peri. Peri tersenyum dengan ramah. "Cinderela bawalah empat ekor tikus dan dua ekor kadal." Setelah semuanya dikumpulkan Cinderela, peri membawa tikus dan kadal tersebut ke kebun labu di halaman belakang. "Sim salabim!" sambil menebar sihirnya, terjadilah suatu keajaiban. Tikus-tikus berubah menjadi empat ekor kuda, serta kadal-kadal berubah menjadi dua orang sais. Yang terakhir, Cinderela berubah menjadi Putri yang cantik, dengan memakai gaun yang sangat indah.
Karena gembiranya, Cinderela mulai menari berputar-putar dengan sepatu kacanya seperti kupu-kupu. Peri berkata,"Cinderela, pengaruh sihir ini akan lenyap setelah lonceng pukul dua belas malam berhenti. Karena itu, pulanglah sebelum lewat tengah malam. "Ya Nek. Terimakasih," jawab Cinderela. Kereta kuda emas segera berangkat membawa Cinderela menuju istana. Setelah tiba di istana, ia langsung masuk ke aula istana. Begitu masuk, pandangan semua yang hadir tertuju pada Cinderela. Mereka sangat kagum dengan kecantikan Cinderela. "Cantiknya putrid itu! Putri dari negara mana ya ?" Tanya mereka. Akhirnya sang Pangeran datang menghampiri Cinderela. "Putri yang cantik, maukah Anda menari dengan saya ?" katanya. "Ya…," kata Cinderela sambil mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Mereka menari berdua dalam irama yang pelan. Ibu dan kedua kakak Cinderela yang berada di situ tidak menyangka kalau putrid yang cantik itu adalah Cinderela.
Pangeran terus berdansa dengan Cinderela. "Orang seperti andalah yang saya idamkan selama ini," kata sang Pangeran. Karena bahagianya, Cinderela lupa akan waktu. Jam mulai berdentang 12 kali. "Maaf Pangeran saya harus segera pulang..,". Cinderela menarik tangannya dari genggaman pangeran dan segera berlari ke luar Istana. Di tengah jalan, sepatunya terlepas sebelah, tapi Cinderela tidak memperdulikannya, ia terus berlari. Pangeran mengejar Cinderela, tetapi ia kehilangan jejak Cinderela. Di tengah anak tangga, ada sebuah sepatu kaca kepunyaan Cinderela. Pangeran mengambil sepatu itu. "Aku akan mencarimu," katanya bertekad dalam hati. Meskipun Cinderela kembali menjadi gadis yang penuh debu, ia amat bahagia karena bisa pergi pesta.
Esok harinya, para pengawal yang dikirim Pangeran datang ke rumah-rumah yang ada anak gadisnya di seluruh pelosok negeri untuk mencocokkan sepatu kaca dengan kaki mereka, tetapi tidak ada yang cocok. Sampai akhirnya para pengawal tiba di rumah Cinderela. "Kami mencari gadis yang kakinya cocok dengan sepatu kaca ini," kata para pengawal. Kedua kakak Cinderela mencoba sepatu tersebut, tapi kaki mereka terlalu besar. Mereka tetap memaksa kakinya dimasukkan ke sepatu kaca sampai lecet. Pada saat itu, pengawal melihat Cinderela. "Hai kamu, cobalah sepatu ini," katanya. Ibu tiri Cinderela menjadi marah," tidak akan cocok dengan anak ini!". Kemudian Cinderela menjulurkan kakinya. Ternyata sepatu tersebut sangat cocok. "Ah! Andalah Putri itu," seru pengawal gembira. "Cinderela, selamat..," Cinderela menoleh ke belakang, peri sudah berdiri di belakangnya. "Mulai sekarang hiduplah berbahagia dengan Pangeran. Sim salabim!.," katanya.
Begitu peri membaca mantranya, Cinderela berubah menjadi seorang Putri yang memakai gaun pengantin. "Pengaruh sihir ini tidak akan hilang walau jam berdentang dua belas kali", kata sang peri. Cinderela diantar oleh tikus-tikus dan burung yang selama ini menjadi temannya. Sesampainya di Istana, Pangeran menyambutnya sambil tersenyum bahagia. Akhirnya Cinderela menikah dengan Pangeran dan hidup berbahagia.
Di sebuah kerajaan, ada seorang anak perempuan yang cantik dan baik hati. Ia tinggal bersama ibu dan kedua kakak tirinya, karena orangtuanya sudah meninggal dunia. Di rumah tersebut ia selalu disuruh mengerjakan seluruh perkerjaan rumah. Ia selalu dibentak dan hanya diberi makan satu kali sehari oleh ibu tirinya. Kakak-kakaknya yang jahat memanggilnya "Cinderela". Cinderela artinya gadis yang kotor dan penuh dengan debu. "Nama yang cocok buatmu !" kata mereka.
Setelah beberapa lama, pada suatu hari datang pengawal kerajaan yang menyebarkan surat undangan pesta dari Istana. "Asyik… kita akan pergi dan berdandan secantik-cantiknya. Kalau aku jadi putri raja, ibu pasti akan gembira", kata mereka. Hari yang dinanti tiba, kedua kakak tiri Cinderela mulai berdandan dengan gembira. Cinderela sangat sedih sebab ia tidak diperbolehkan ikut oleh kedua kakaknya ke pesta di Istana. "Baju pun kau tak punya, apa mau pergi ke pesta dengan baju sepert itu?", kata kakak Cinderela.
Setelah semua berangkat ke pesta, Cinderela kembali ke kamarnya. Ia menangis sekeras-kerasnya karena hatinya sangat kesal. "Aku tidak bisa pergi ke istana dengan baju kotor seperti ini, tapi aku ingin pergi.." Tidak berapa lama terdengar sebuah suara. "Cinderela, berhentilah menangis." Ketika Cinderela berbalik, ia melihat seorang peri. Peri tersenyum dengan ramah. "Cinderela bawalah empat ekor tikus dan dua ekor kadal." Setelah semuanya dikumpulkan Cinderela, peri membawa tikus dan kadal tersebut ke kebun labu di halaman belakang. "Sim salabim!" sambil menebar sihirnya, terjadilah suatu keajaiban. Tikus-tikus berubah menjadi empat ekor kuda, serta kadal-kadal berubah menjadi dua orang sais. Yang terakhir, Cinderela berubah menjadi Putri yang cantik, dengan memakai gaun yang sangat indah.
Karena gembiranya, Cinderela mulai menari berputar-putar dengan sepatu kacanya seperti kupu-kupu. Peri berkata,"Cinderela, pengaruh sihir ini akan lenyap setelah lonceng pukul dua belas malam berhenti. Karena itu, pulanglah sebelum lewat tengah malam. "Ya Nek. Terimakasih," jawab Cinderela. Kereta kuda emas segera berangkat membawa Cinderela menuju istana. Setelah tiba di istana, ia langsung masuk ke aula istana. Begitu masuk, pandangan semua yang hadir tertuju pada Cinderela. Mereka sangat kagum dengan kecantikan Cinderela. "Cantiknya putrid itu! Putri dari negara mana ya ?" Tanya mereka. Akhirnya sang Pangeran datang menghampiri Cinderela. "Putri yang cantik, maukah Anda menari dengan saya ?" katanya. "Ya…," kata Cinderela sambil mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Mereka menari berdua dalam irama yang pelan. Ibu dan kedua kakak Cinderela yang berada di situ tidak menyangka kalau putrid yang cantik itu adalah Cinderela.
Pangeran terus berdansa dengan Cinderela. "Orang seperti andalah yang saya idamkan selama ini," kata sang Pangeran. Karena bahagianya, Cinderela lupa akan waktu. Jam mulai berdentang 12 kali. "Maaf Pangeran saya harus segera pulang..,". Cinderela menarik tangannya dari genggaman pangeran dan segera berlari ke luar Istana. Di tengah jalan, sepatunya terlepas sebelah, tapi Cinderela tidak memperdulikannya, ia terus berlari. Pangeran mengejar Cinderela, tetapi ia kehilangan jejak Cinderela. Di tengah anak tangga, ada sebuah sepatu kaca kepunyaan Cinderela. Pangeran mengambil sepatu itu. "Aku akan mencarimu," katanya bertekad dalam hati. Meskipun Cinderela kembali menjadi gadis yang penuh debu, ia amat bahagia karena bisa pergi pesta.
Esok harinya, para pengawal yang dikirim Pangeran datang ke rumah-rumah yang ada anak gadisnya di seluruh pelosok negeri untuk mencocokkan sepatu kaca dengan kaki mereka, tetapi tidak ada yang cocok. Sampai akhirnya para pengawal tiba di rumah Cinderela. "Kami mencari gadis yang kakinya cocok dengan sepatu kaca ini," kata para pengawal. Kedua kakak Cinderela mencoba sepatu tersebut, tapi kaki mereka terlalu besar. Mereka tetap memaksa kakinya dimasukkan ke sepatu kaca sampai lecet. Pada saat itu, pengawal melihat Cinderela. "Hai kamu, cobalah sepatu ini," katanya. Ibu tiri Cinderela menjadi marah," tidak akan cocok dengan anak ini!". Kemudian Cinderela menjulurkan kakinya. Ternyata sepatu tersebut sangat cocok. "Ah! Andalah Putri itu," seru pengawal gembira. "Cinderela, selamat..," Cinderela menoleh ke belakang, peri sudah berdiri di belakangnya. "Mulai sekarang hiduplah berbahagia dengan Pangeran. Sim salabim!.," katanya.
Begitu peri membaca mantranya, Cinderela berubah menjadi seorang Putri yang memakai gaun pengantin. "Pengaruh sihir ini tidak akan hilang walau jam berdentang dua belas kali", kata sang peri. Cinderela diantar oleh tikus-tikus dan burung yang selama ini menjadi temannya. Sesampainya di Istana, Pangeran menyambutnya sambil tersenyum bahagia. Akhirnya Cinderela menikah dengan Pangeran dan hidup berbahagia.
cerita copyan
KELEDAI PEMBAWA GARAM
Pada suatu hari di musim panas, tampak seekor keledai berjalan di pegunungan. Keledai itu membawa beberapa karung berisi garam dipunggungnya. Karung itu sangat berat, sementara matahari bersinar dengan teriknya. "Aduh panas sekali. Sepertinya aku sudah tidak kuat berjalan lagi," kata keledai. Di depan sana, tampak sebuah sungai. "Ah, ada sungai! Lebih baik aku berhenti sebentar," kata keledai dengan gembira. Tanpa berpikir panjang, ia masuk ke dalam sungai dan….
Byuur… Keledai itu terpeleset dan tercebur. Ia berusaha untuk berdiri kembali, tetapi tidak berhasil. Lama sekali keledai berusaha untuk berdiri. Anehnya, semakin lama berada di dalam air, ia merasakan beban dipunggungnya semakin ringan. Akhirnya keledai itu bisa berdiri lagi. "Ya ampun, garamnya habis!" kata tuannya dengan marah. "Oh, maaf… garamnya larut di dalam air ya?" kata keledai.
Beberapa hari kemudian, keledai mendapat tugas lagi untuk membawa garam. Seperti biasa, ia harus berjalan melewati pegunungan bersama tuannya. "Tak lama lagi akan ada sungai di depan sana," kata keledai dalam hati. Ketika berjalan menyeberangi sungai, keledai menjatuhkan dirinya dengan sengaja. Byuuur…. Tentu saja garam yang ada dipunggungnya menjadi larut di dalam air. Bebannya menjadi ringan. "Asyik! Jadi ringan!" kata keledai ringan. Namun, mengetahui keledai melakukan hal itu dengan sengaja, tuannya menjadi marah. "Dasar keledai malas!" kata tuannya dengan geram.
Keesokan harinya, keledai mendapat tugas membawa kapas. Sekali lagi, ia berjalan bersama tuannya melewati pegunungan. Ketika sampai di sungai, lagi-lagi keledai menjatuhkan diri dengan sengaja. Byuuur…. Namun apa yang terjadi ? Muatannya menjadi berat sekali. Rupanya kapas itu menyerap air dan menjadi seberat batu. Mau tidak mau, keledai harus terus berjalan dengan beban yang ada dipunggungnya. Keledai berjalan sempoyongan di bawah terik matahari sambil membawa beban berat dipunggungnya.
Moral : Berpikirlah dahulu sebelum bertindak. Karena tindakan yang salah akan menyebabkan kerugian bagi kita.
Sumber : Elexmedia
CINDERELLA
Di sebuah kerajaan, ada seorang anak perempuan yang cantik dan baik hati. Ia tinggal bersama ibu dan kedua kakak tirinya, karena orangtuanya sudah meninggal dunia. Di rumah tersebut ia selalu disuruh mengerjakan seluruh perkerjaan rumah. Ia selalu dibentak dan hanya diberi makan satu kali sehari oleh ibu tirinya. Kakak-kakaknya yang jahat memanggilnya "Cinderela". Cinderela artinya gadis yang kotor dan penuh dengan debu. "Nama yang cocok buatmu !" kata mereka.
Setelah beberapa lama, pada suatu hari datang pengawal kerajaan yang menyebarkan surat undangan pesta dari Istana. "Asyik… kita akan pergi dan berdandan secantik-cantiknya. Kalau aku jadi putri raja, ibu pasti akan gembira", kata mereka. Hari yang dinanti tiba, kedua kakak tiri Cinderela mulai berdandan dengan gembira. Cinderela sangat sedih sebab ia tidak diperbolehkan ikut oleh kedua kakaknya ke pesta di Istana. "Baju pun kau tak punya, apa mau pergi ke pesta dengan baju sepert itu?", kata kakak Cinderela.
Setelah semua berangkat ke pesta, Cinderela kembali ke kamarnya. Ia menangis sekeras-kerasnya karena hatinya sangat kesal. "Aku tidak bisa pergi ke istana dengan baju kotor seperti ini, tapi aku ingin pergi.." Tidak berapa lama terdengar sebuah suara. "Cinderela, berhentilah menangis." Ketika Cinderela berbalik, ia melihat seorang peri. Peri tersenyum dengan ramah. "Cinderela bawalah empat ekor tikus dan dua ekor kadal." Setelah semuanya dikumpulkan Cinderela, peri membawa tikus dan kadal tersebut ke kebun labu di halaman belakang. "Sim salabim!" sambil menebar sihirnya, terjadilah suatu keajaiban. Tikus-tikus berubah menjadi empat ekor kuda, serta kadal-kadal berubah menjadi dua orang sais. Yang terakhir, Cinderela berubah menjadi Putri yang cantik, dengan memakai gaun yang sangat indah.
Karena gembiranya, Cinderela mulai menari berputar-putar dengan sepatu kacanya seperti kupu-kupu. Peri berkata,"Cinderela, pengaruh sihir ini akan lenyap setelah lonceng pukul dua belas malam berhenti. Karena itu, pulanglah sebelum lewat tengah malam. "Ya Nek. Terimakasih," jawab Cinderela. Kereta kuda emas segera berangkat membawa Cinderela menuju istana. Setelah tiba di istana, ia langsung masuk ke aula istana. Begitu masuk, pandangan semua yang hadir tertuju pada Cinderela. Mereka sangat kagum dengan kecantikan Cinderela. "Cantiknya putrid itu! Putri dari negara mana ya ?" Tanya mereka. Akhirnya sang Pangeran datang menghampiri Cinderela. "Putri yang cantik, maukah Anda menari dengan saya ?" katanya. "Ya…," kata Cinderela sambil mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Mereka menari berdua dalam irama yang pelan. Ibu dan kedua kakak Cinderela yang berada di situ tidak menyangka kalau putrid yang cantik itu adalah Cinderela.
Pangeran terus berdansa dengan Cinderela. "Orang seperti andalah yang saya idamkan selama ini," kata sang Pangeran. Karena bahagianya, Cinderela lupa akan waktu. Jam mulai berdentang 12 kali. "Maaf Pangeran saya harus segera pulang..,". Cinderela menarik tangannya dari genggaman pangeran dan segera berlari ke luar Istana. Di tengah jalan, sepatunya terlepas sebelah, tapi Cinderela tidak memperdulikannya, ia terus berlari. Pangeran mengejar Cinderela, tetapi ia kehilangan jejak Cinderela. Di tengah anak tangga, ada sebuah sepatu kaca kepunyaan Cinderela. Pangeran mengambil sepatu itu. "Aku akan mencarimu," katanya bertekad dalam hati. Meskipun Cinderela kembali menjadi gadis yang penuh debu, ia amat bahagia karena bisa pergi pesta.
Esok harinya, para pengawal yang dikirim Pangeran datang ke rumah-rumah yang ada anak gadisnya di seluruh pelosok negeri untuk mencocokkan sepatu kaca dengan kaki mereka, tetapi tidak ada yang cocok. Sampai akhirnya para pengawal tiba di rumah Cinderela. "Kami mencari gadis yang kakinya cocok dengan sepatu kaca ini," kata para pengawal. Kedua kakak Cinderela mencoba sepatu tersebut, tapi kaki mereka terlalu besar. Mereka tetap memaksa kakinya dimasukkan ke sepatu kaca sampai lecet. Pada saat itu, pengawal melihat Cinderela. "Hai kamu, cobalah sepatu ini," katanya. Ibu tiri Cinderela menjadi marah," tidak akan cocok dengan anak ini!". Kemudian Cinderela menjulurkan kakinya. Ternyata sepatu tersebut sangat cocok. "Ah! Andalah Putri itu," seru pengawal gembira. "Cinderela, selamat..," Cinderela menoleh ke belakang, peri sudah berdiri di belakangnya. "Mulai sekarang hiduplah berbahagia dengan Pangeran. Sim salabim!.," katanya.
Begitu peri membaca mantranya, Cinderela berubah menjadi seorang Putri yang memakai gaun pengantin. "Pengaruh sihir ini tidak akan hilang walau jam berdentang dua belas kali", kata sang peri. Cinderela diantar oleh tikus-tikus dan burung yang selama ini menjadi temannya. Sesampainya di Istana, Pangeran menyambutnya sambil tersenyum bahagia. Akhirnya Cinderela menikah dengan Pangeran dan hidup berbahagia.
Pada suatu hari di musim panas, tampak seekor keledai berjalan di pegunungan. Keledai itu membawa beberapa karung berisi garam dipunggungnya. Karung itu sangat berat, sementara matahari bersinar dengan teriknya. "Aduh panas sekali. Sepertinya aku sudah tidak kuat berjalan lagi," kata keledai. Di depan sana, tampak sebuah sungai. "Ah, ada sungai! Lebih baik aku berhenti sebentar," kata keledai dengan gembira. Tanpa berpikir panjang, ia masuk ke dalam sungai dan….
Byuur… Keledai itu terpeleset dan tercebur. Ia berusaha untuk berdiri kembali, tetapi tidak berhasil. Lama sekali keledai berusaha untuk berdiri. Anehnya, semakin lama berada di dalam air, ia merasakan beban dipunggungnya semakin ringan. Akhirnya keledai itu bisa berdiri lagi. "Ya ampun, garamnya habis!" kata tuannya dengan marah. "Oh, maaf… garamnya larut di dalam air ya?" kata keledai.
Beberapa hari kemudian, keledai mendapat tugas lagi untuk membawa garam. Seperti biasa, ia harus berjalan melewati pegunungan bersama tuannya. "Tak lama lagi akan ada sungai di depan sana," kata keledai dalam hati. Ketika berjalan menyeberangi sungai, keledai menjatuhkan dirinya dengan sengaja. Byuuur…. Tentu saja garam yang ada dipunggungnya menjadi larut di dalam air. Bebannya menjadi ringan. "Asyik! Jadi ringan!" kata keledai ringan. Namun, mengetahui keledai melakukan hal itu dengan sengaja, tuannya menjadi marah. "Dasar keledai malas!" kata tuannya dengan geram.
Keesokan harinya, keledai mendapat tugas membawa kapas. Sekali lagi, ia berjalan bersama tuannya melewati pegunungan. Ketika sampai di sungai, lagi-lagi keledai menjatuhkan diri dengan sengaja. Byuuur…. Namun apa yang terjadi ? Muatannya menjadi berat sekali. Rupanya kapas itu menyerap air dan menjadi seberat batu. Mau tidak mau, keledai harus terus berjalan dengan beban yang ada dipunggungnya. Keledai berjalan sempoyongan di bawah terik matahari sambil membawa beban berat dipunggungnya.
Moral : Berpikirlah dahulu sebelum bertindak. Karena tindakan yang salah akan menyebabkan kerugian bagi kita.
Sumber : Elexmedia
CINDERELLA
Di sebuah kerajaan, ada seorang anak perempuan yang cantik dan baik hati. Ia tinggal bersama ibu dan kedua kakak tirinya, karena orangtuanya sudah meninggal dunia. Di rumah tersebut ia selalu disuruh mengerjakan seluruh perkerjaan rumah. Ia selalu dibentak dan hanya diberi makan satu kali sehari oleh ibu tirinya. Kakak-kakaknya yang jahat memanggilnya "Cinderela". Cinderela artinya gadis yang kotor dan penuh dengan debu. "Nama yang cocok buatmu !" kata mereka.
Setelah beberapa lama, pada suatu hari datang pengawal kerajaan yang menyebarkan surat undangan pesta dari Istana. "Asyik… kita akan pergi dan berdandan secantik-cantiknya. Kalau aku jadi putri raja, ibu pasti akan gembira", kata mereka. Hari yang dinanti tiba, kedua kakak tiri Cinderela mulai berdandan dengan gembira. Cinderela sangat sedih sebab ia tidak diperbolehkan ikut oleh kedua kakaknya ke pesta di Istana. "Baju pun kau tak punya, apa mau pergi ke pesta dengan baju sepert itu?", kata kakak Cinderela.
Setelah semua berangkat ke pesta, Cinderela kembali ke kamarnya. Ia menangis sekeras-kerasnya karena hatinya sangat kesal. "Aku tidak bisa pergi ke istana dengan baju kotor seperti ini, tapi aku ingin pergi.." Tidak berapa lama terdengar sebuah suara. "Cinderela, berhentilah menangis." Ketika Cinderela berbalik, ia melihat seorang peri. Peri tersenyum dengan ramah. "Cinderela bawalah empat ekor tikus dan dua ekor kadal." Setelah semuanya dikumpulkan Cinderela, peri membawa tikus dan kadal tersebut ke kebun labu di halaman belakang. "Sim salabim!" sambil menebar sihirnya, terjadilah suatu keajaiban. Tikus-tikus berubah menjadi empat ekor kuda, serta kadal-kadal berubah menjadi dua orang sais. Yang terakhir, Cinderela berubah menjadi Putri yang cantik, dengan memakai gaun yang sangat indah.
Karena gembiranya, Cinderela mulai menari berputar-putar dengan sepatu kacanya seperti kupu-kupu. Peri berkata,"Cinderela, pengaruh sihir ini akan lenyap setelah lonceng pukul dua belas malam berhenti. Karena itu, pulanglah sebelum lewat tengah malam. "Ya Nek. Terimakasih," jawab Cinderela. Kereta kuda emas segera berangkat membawa Cinderela menuju istana. Setelah tiba di istana, ia langsung masuk ke aula istana. Begitu masuk, pandangan semua yang hadir tertuju pada Cinderela. Mereka sangat kagum dengan kecantikan Cinderela. "Cantiknya putrid itu! Putri dari negara mana ya ?" Tanya mereka. Akhirnya sang Pangeran datang menghampiri Cinderela. "Putri yang cantik, maukah Anda menari dengan saya ?" katanya. "Ya…," kata Cinderela sambil mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Mereka menari berdua dalam irama yang pelan. Ibu dan kedua kakak Cinderela yang berada di situ tidak menyangka kalau putrid yang cantik itu adalah Cinderela.
Pangeran terus berdansa dengan Cinderela. "Orang seperti andalah yang saya idamkan selama ini," kata sang Pangeran. Karena bahagianya, Cinderela lupa akan waktu. Jam mulai berdentang 12 kali. "Maaf Pangeran saya harus segera pulang..,". Cinderela menarik tangannya dari genggaman pangeran dan segera berlari ke luar Istana. Di tengah jalan, sepatunya terlepas sebelah, tapi Cinderela tidak memperdulikannya, ia terus berlari. Pangeran mengejar Cinderela, tetapi ia kehilangan jejak Cinderela. Di tengah anak tangga, ada sebuah sepatu kaca kepunyaan Cinderela. Pangeran mengambil sepatu itu. "Aku akan mencarimu," katanya bertekad dalam hati. Meskipun Cinderela kembali menjadi gadis yang penuh debu, ia amat bahagia karena bisa pergi pesta.
Esok harinya, para pengawal yang dikirim Pangeran datang ke rumah-rumah yang ada anak gadisnya di seluruh pelosok negeri untuk mencocokkan sepatu kaca dengan kaki mereka, tetapi tidak ada yang cocok. Sampai akhirnya para pengawal tiba di rumah Cinderela. "Kami mencari gadis yang kakinya cocok dengan sepatu kaca ini," kata para pengawal. Kedua kakak Cinderela mencoba sepatu tersebut, tapi kaki mereka terlalu besar. Mereka tetap memaksa kakinya dimasukkan ke sepatu kaca sampai lecet. Pada saat itu, pengawal melihat Cinderela. "Hai kamu, cobalah sepatu ini," katanya. Ibu tiri Cinderela menjadi marah," tidak akan cocok dengan anak ini!". Kemudian Cinderela menjulurkan kakinya. Ternyata sepatu tersebut sangat cocok. "Ah! Andalah Putri itu," seru pengawal gembira. "Cinderela, selamat..," Cinderela menoleh ke belakang, peri sudah berdiri di belakangnya. "Mulai sekarang hiduplah berbahagia dengan Pangeran. Sim salabim!.," katanya.
Begitu peri membaca mantranya, Cinderela berubah menjadi seorang Putri yang memakai gaun pengantin. "Pengaruh sihir ini tidak akan hilang walau jam berdentang dua belas kali", kata sang peri. Cinderela diantar oleh tikus-tikus dan burung yang selama ini menjadi temannya. Sesampainya di Istana, Pangeran menyambutnya sambil tersenyum bahagia. Akhirnya Cinderela menikah dengan Pangeran dan hidup berbahagia.
Wola
SUMBER:THE SAMUEL DIARY
Wola
Pak Kalabani pemilik toko makanan menyukai anjing ia ingin punya satu untuk dipelihara, tapi istrinya tidak suka anjing.
Suatu pagi Pak Bawal, Penjual ikan di sebarang jalan, berlari keluar dari tokonya sambil berteriak, ” Tolong, saya di rampok!”.“Hal itu tak perlu terjadi seandainya Bapak memelihara anjing penjaga!” kata Ibu Bawal.
“ Peristiwa itu tak akan terjadi pada kita,” kata Pak Kalabani pemilik toko makanan. “aku akan pergi Ke toko hewan piaraan sekarang untuk membeli anjing penjaga yang besar dan galak.” “ kau tahu aku tak suka anjing,’’ Keluh ibu Kalabani.
Pak Kalabani membeli seekor anjing kecil, dan menurut penjualnya, anjing itu akan menjadi anjing yang nantinya. Kemudian Pak Kalabani menamai anjing itu “Wola”. Ibu Kalabani membuatkan Wola makanan hangat Yang lezat. Lalu ia menjahitkan sebuah boneka kecil dari kain perca yang diisinya dengan biji kedelai untuk Wola
.Si Wola menggigit boneka itu lalu menggoyang-goyangkannya. Ia sangat menyukai boneka itu. Malam pertama di toko itu, Wola merasa ketakutan tidur dalam gelap . Ia merengek terus –menerus.”Sst, Wola. Naiklah ke tempat tidur bersama kami, “ kata Pak Kalabani. “Dan bawa bonekamu “
Wola tumbuh dengan cepat ! Ia makan terus, dan tumbuh semakin besar !. Boneka kedelai selalu digigitnya, kalau tidak ,ia selalu meletakkannya tak jauh darinya. Jika sebentar saja boneka itu tak berada di dekatnya, Wola pasti akan melolong-lolong.
“Huh !” katanya “anjing penjaga yang hebat “, dengus ibu Kalabani. Wola tumbuh begitu besar sehingga kibasan ekornya bisa merobohkan tumpukan kaleng makanan. Ia menyukai siapa saja.” Sekarang ia sudah begitu besar, kapan ia mulai galak ?” tanya ibu Kalabani. “O tentu secepat mungkin,” janji suaminya.
“Ia akan lebih berani jika ia bergaul dengan anjing lainnya,” kata ibu Kalabani.
Tetapi Wola melarikan diri dari anjing pertama yang dilihatnya. Wola juga lari ketakutan melihat kucing ,bahkan didalam tokonya sendiri! Ia pun takut pada tikus, laba-laba dan sapu ibu Kalabani !
Sebenarnya Wola merasa lebih aman jika tidak berada dilantai. ia akan naik ke meja pembayaran sambil membawa bonekanya, dan tidur melingkar dekat mesin kasir.
“lihat, Wola menjaga uang seperti anjing penjaga sejati!”
Ujar Pak Kalabani dengan bangga. Wola menghabiskan sebagian besar waktunya di sana. “O, ya “ kata ibu Kala bani, “setidaknya ia tidak menghalangi orang lewat.
Pada suatu malam Pak Kalabani keluar pintu belakang untuk membuang sampah.
Diluar, dalam kegelapan malam, seorang pencuri sedang menunggu. Ia segera menyelinap masuk begitu Pak Kalabani membalikkan punggungnya kemudian ia berjingkat kearah mesin kasir untuk mencuri uang. Ia tidak takut kepada Wola yang sedang tidur dengan lelapnya dekat dengan mesin kasir.
Pencuri itu telah mendengar segala hal tentang Wola. Ia tau Wola tidak akan mengganggunya, karena Wola hanya anjing bodoh, yang kerjanya hanya tiduran.
Tetapi ketikasang pencuri melemparkan boneka biji kedelai itu kelantai, Wola terbangun dan sangat marah. Ia melompat ke arah pencuri itu dan menjatuhkannya. Ia menduduki pencuri itu sambil menggonggong.
Pak Kalabani mendengar gonggonggan Wola, dan segera berlari kedalam toko. Ia lihat pencuri itu, lalu berteriak, ”Polisi! Tolong !”
Ketika Pak polisi masuk kedalam toko, Wola masih duduk diatas pencuri sambil menggigit boneka biji kedelai. Wola menjadi pahlawan !
Potretnya muncul di koran.
“Sudah kukatakan kepadamu, Ia akan menjadi anjing penjaga yang besar dan galak!”, kata Pak Kalabani dengan bangga. Wola mengibaskan ekornya sambil menggoyangkan bonekanya. “Ya!”, kata Ibu Kalabani menyetujui, sambil tersenyum kepada Wola
Wola
Pak Kalabani pemilik toko makanan menyukai anjing ia ingin punya satu untuk dipelihara, tapi istrinya tidak suka anjing.
Suatu pagi Pak Bawal, Penjual ikan di sebarang jalan, berlari keluar dari tokonya sambil berteriak, ” Tolong, saya di rampok!”.“Hal itu tak perlu terjadi seandainya Bapak memelihara anjing penjaga!” kata Ibu Bawal.
“ Peristiwa itu tak akan terjadi pada kita,” kata Pak Kalabani pemilik toko makanan. “aku akan pergi Ke toko hewan piaraan sekarang untuk membeli anjing penjaga yang besar dan galak.” “ kau tahu aku tak suka anjing,’’ Keluh ibu Kalabani.
Pak Kalabani membeli seekor anjing kecil, dan menurut penjualnya, anjing itu akan menjadi anjing yang nantinya. Kemudian Pak Kalabani menamai anjing itu “Wola”. Ibu Kalabani membuatkan Wola makanan hangat Yang lezat. Lalu ia menjahitkan sebuah boneka kecil dari kain perca yang diisinya dengan biji kedelai untuk Wola
.Si Wola menggigit boneka itu lalu menggoyang-goyangkannya. Ia sangat menyukai boneka itu. Malam pertama di toko itu, Wola merasa ketakutan tidur dalam gelap . Ia merengek terus –menerus.”Sst, Wola. Naiklah ke tempat tidur bersama kami, “ kata Pak Kalabani. “Dan bawa bonekamu “
Wola tumbuh dengan cepat ! Ia makan terus, dan tumbuh semakin besar !. Boneka kedelai selalu digigitnya, kalau tidak ,ia selalu meletakkannya tak jauh darinya. Jika sebentar saja boneka itu tak berada di dekatnya, Wola pasti akan melolong-lolong.
“Huh !” katanya “anjing penjaga yang hebat “, dengus ibu Kalabani. Wola tumbuh begitu besar sehingga kibasan ekornya bisa merobohkan tumpukan kaleng makanan. Ia menyukai siapa saja.” Sekarang ia sudah begitu besar, kapan ia mulai galak ?” tanya ibu Kalabani. “O tentu secepat mungkin,” janji suaminya.
“Ia akan lebih berani jika ia bergaul dengan anjing lainnya,” kata ibu Kalabani.
Tetapi Wola melarikan diri dari anjing pertama yang dilihatnya. Wola juga lari ketakutan melihat kucing ,bahkan didalam tokonya sendiri! Ia pun takut pada tikus, laba-laba dan sapu ibu Kalabani !
Sebenarnya Wola merasa lebih aman jika tidak berada dilantai. ia akan naik ke meja pembayaran sambil membawa bonekanya, dan tidur melingkar dekat mesin kasir.
“lihat, Wola menjaga uang seperti anjing penjaga sejati!”
Ujar Pak Kalabani dengan bangga. Wola menghabiskan sebagian besar waktunya di sana. “O, ya “ kata ibu Kala bani, “setidaknya ia tidak menghalangi orang lewat.
Pada suatu malam Pak Kalabani keluar pintu belakang untuk membuang sampah.
Diluar, dalam kegelapan malam, seorang pencuri sedang menunggu. Ia segera menyelinap masuk begitu Pak Kalabani membalikkan punggungnya kemudian ia berjingkat kearah mesin kasir untuk mencuri uang. Ia tidak takut kepada Wola yang sedang tidur dengan lelapnya dekat dengan mesin kasir.
Pencuri itu telah mendengar segala hal tentang Wola. Ia tau Wola tidak akan mengganggunya, karena Wola hanya anjing bodoh, yang kerjanya hanya tiduran.
Tetapi ketikasang pencuri melemparkan boneka biji kedelai itu kelantai, Wola terbangun dan sangat marah. Ia melompat ke arah pencuri itu dan menjatuhkannya. Ia menduduki pencuri itu sambil menggonggong.
Pak Kalabani mendengar gonggonggan Wola, dan segera berlari kedalam toko. Ia lihat pencuri itu, lalu berteriak, ”Polisi! Tolong !”
Ketika Pak polisi masuk kedalam toko, Wola masih duduk diatas pencuri sambil menggigit boneka biji kedelai. Wola menjadi pahlawan !
Potretnya muncul di koran.
“Sudah kukatakan kepadamu, Ia akan menjadi anjing penjaga yang besar dan galak!”, kata Pak Kalabani dengan bangga. Wola mengibaskan ekornya sambil menggoyangkan bonekanya. “Ya!”, kata Ibu Kalabani menyetujui, sambil tersenyum kepada Wola
Wola
SUMBER:THE SAMUEL DIARY
Wola
Pak Kalabani pemilik toko makanan menyukai anjing ia ingin punya satu untuk dipelihara, tapi istrinya tidak suka anjing.
Suatu pagi Pak Bawal, Penjual ikan di sebarang jalan, berlari keluar dari tokonya sambil berteriak, ” Tolong, saya di rampok!”.“Hal itu tak perlu terjadi seandainya Bapak memelihara anjing penjaga!” kata Ibu Bawal.
“ Peristiwa itu tak akan terjadi pada kita,” kata Pak Kalabani pemilik toko makanan. “aku akan pergi Ke toko hewan piaraan sekarang untuk membeli anjing penjaga yang besar dan galak.” “ kau tahu aku tak suka anjing,’’ Keluh ibu Kalabani.
Pak Kalabani membeli seekor anjing kecil, dan menurut penjualnya, anjing itu akan menjadi anjing yang nantinya. Kemudian Pak Kalabani menamai anjing itu “Wola”. Ibu Kalabani membuatkan Wola makanan hangat Yang lezat. Lalu ia menjahitkan sebuah boneka kecil dari kain perca yang diisinya dengan biji kedelai untuk Wola
.Si Wola menggigit boneka itu lalu menggoyang-goyangkannya. Ia sangat menyukai boneka itu. Malam pertama di toko itu, Wola merasa ketakutan tidur dalam gelap . Ia merengek terus –menerus.”Sst, Wola. Naiklah ke tempat tidur bersama kami, “ kata Pak Kalabani. “Dan bawa bonekamu “
Wola tumbuh dengan cepat ! Ia makan terus, dan tumbuh semakin besar !. Boneka kedelai selalu digigitnya, kalau tidak ,ia selalu meletakkannya tak jauh darinya. Jika sebentar saja boneka itu tak berada di dekatnya, Wola pasti akan melolong-lolong.
“Huh !” katanya “anjing penjaga yang hebat “, dengus ibu Kalabani. Wola tumbuh begitu besar sehingga kibasan ekornya bisa merobohkan tumpukan kaleng makanan. Ia menyukai siapa saja.” Sekarang ia sudah begitu besar, kapan ia mulai galak ?” tanya ibu Kalabani. “O tentu secepat mungkin,” janji suaminya.
“Ia akan lebih berani jika ia bergaul dengan anjing lainnya,” kata ibu Kalabani.
Tetapi Wola melarikan diri dari anjing pertama yang dilihatnya. Wola juga lari ketakutan melihat kucing ,bahkan didalam tokonya sendiri! Ia pun takut pada tikus, laba-laba dan sapu ibu Kalabani !
Sebenarnya Wola merasa lebih aman jika tidak berada dilantai. ia akan naik ke meja pembayaran sambil membawa bonekanya, dan tidur melingkar dekat mesin kasir.
“lihat, Wola menjaga uang seperti anjing penjaga sejati!”
Ujar Pak Kalabani dengan bangga. Wola menghabiskan sebagian besar waktunya di sana. “O, ya “ kata ibu Kala bani, “setidaknya ia tidak menghalangi orang lewat.
Pada suatu malam Pak Kalabani keluar pintu belakang untuk membuang sampah.
Diluar, dalam kegelapan malam, seorang pencuri sedang menunggu. Ia segera menyelinap masuk begitu Pak Kalabani membalikkan punggungnya kemudian ia berjingkat kearah mesin kasir untuk mencuri uang. Ia tidak takut kepada Wola yang sedang tidur dengan lelapnya dekat dengan mesin kasir.
Pencuri itu telah mendengar segala hal tentang Wola. Ia tau Wola tidak akan mengganggunya, karena Wola hanya anjing bodoh, yang kerjanya hanya tiduran.
Tetapi ketikasang pencuri melemparkan boneka biji kedelai itu kelantai, Wola terbangun dan sangat marah. Ia melompat ke arah pencuri itu dan menjatuhkannya. Ia menduduki pencuri itu sambil menggonggong.
Pak Kalabani mendengar gonggonggan Wola, dan segera berlari kedalam toko. Ia lihat pencuri itu, lalu berteriak, ”Polisi! Tolong !”
Ketika Pak polisi masuk kedalam toko, Wola masih duduk diatas pencuri sambil menggigit boneka biji kedelai. Wola menjadi pahlawan !
Potretnya muncul di koran.
“Sudah kukatakan kepadamu, Ia akan menjadi anjing penjaga yang besar dan galak!”, kata Pak Kalabani dengan bangga. Wola mengibaskan ekornya sambil menggoyangkan bonekanya. “Ya!”, kata Ibu Kalabani menyetujui, sambil tersenyum kepada Wola
Wola
Pak Kalabani pemilik toko makanan menyukai anjing ia ingin punya satu untuk dipelihara, tapi istrinya tidak suka anjing.
Suatu pagi Pak Bawal, Penjual ikan di sebarang jalan, berlari keluar dari tokonya sambil berteriak, ” Tolong, saya di rampok!”.“Hal itu tak perlu terjadi seandainya Bapak memelihara anjing penjaga!” kata Ibu Bawal.
“ Peristiwa itu tak akan terjadi pada kita,” kata Pak Kalabani pemilik toko makanan. “aku akan pergi Ke toko hewan piaraan sekarang untuk membeli anjing penjaga yang besar dan galak.” “ kau tahu aku tak suka anjing,’’ Keluh ibu Kalabani.
Pak Kalabani membeli seekor anjing kecil, dan menurut penjualnya, anjing itu akan menjadi anjing yang nantinya. Kemudian Pak Kalabani menamai anjing itu “Wola”. Ibu Kalabani membuatkan Wola makanan hangat Yang lezat. Lalu ia menjahitkan sebuah boneka kecil dari kain perca yang diisinya dengan biji kedelai untuk Wola
.Si Wola menggigit boneka itu lalu menggoyang-goyangkannya. Ia sangat menyukai boneka itu. Malam pertama di toko itu, Wola merasa ketakutan tidur dalam gelap . Ia merengek terus –menerus.”Sst, Wola. Naiklah ke tempat tidur bersama kami, “ kata Pak Kalabani. “Dan bawa bonekamu “
Wola tumbuh dengan cepat ! Ia makan terus, dan tumbuh semakin besar !. Boneka kedelai selalu digigitnya, kalau tidak ,ia selalu meletakkannya tak jauh darinya. Jika sebentar saja boneka itu tak berada di dekatnya, Wola pasti akan melolong-lolong.
“Huh !” katanya “anjing penjaga yang hebat “, dengus ibu Kalabani. Wola tumbuh begitu besar sehingga kibasan ekornya bisa merobohkan tumpukan kaleng makanan. Ia menyukai siapa saja.” Sekarang ia sudah begitu besar, kapan ia mulai galak ?” tanya ibu Kalabani. “O tentu secepat mungkin,” janji suaminya.
“Ia akan lebih berani jika ia bergaul dengan anjing lainnya,” kata ibu Kalabani.
Tetapi Wola melarikan diri dari anjing pertama yang dilihatnya. Wola juga lari ketakutan melihat kucing ,bahkan didalam tokonya sendiri! Ia pun takut pada tikus, laba-laba dan sapu ibu Kalabani !
Sebenarnya Wola merasa lebih aman jika tidak berada dilantai. ia akan naik ke meja pembayaran sambil membawa bonekanya, dan tidur melingkar dekat mesin kasir.
“lihat, Wola menjaga uang seperti anjing penjaga sejati!”
Ujar Pak Kalabani dengan bangga. Wola menghabiskan sebagian besar waktunya di sana. “O, ya “ kata ibu Kala bani, “setidaknya ia tidak menghalangi orang lewat.
Pada suatu malam Pak Kalabani keluar pintu belakang untuk membuang sampah.
Diluar, dalam kegelapan malam, seorang pencuri sedang menunggu. Ia segera menyelinap masuk begitu Pak Kalabani membalikkan punggungnya kemudian ia berjingkat kearah mesin kasir untuk mencuri uang. Ia tidak takut kepada Wola yang sedang tidur dengan lelapnya dekat dengan mesin kasir.
Pencuri itu telah mendengar segala hal tentang Wola. Ia tau Wola tidak akan mengganggunya, karena Wola hanya anjing bodoh, yang kerjanya hanya tiduran.
Tetapi ketikasang pencuri melemparkan boneka biji kedelai itu kelantai, Wola terbangun dan sangat marah. Ia melompat ke arah pencuri itu dan menjatuhkannya. Ia menduduki pencuri itu sambil menggonggong.
Pak Kalabani mendengar gonggonggan Wola, dan segera berlari kedalam toko. Ia lihat pencuri itu, lalu berteriak, ”Polisi! Tolong !”
Ketika Pak polisi masuk kedalam toko, Wola masih duduk diatas pencuri sambil menggigit boneka biji kedelai. Wola menjadi pahlawan !
Potretnya muncul di koran.
“Sudah kukatakan kepadamu, Ia akan menjadi anjing penjaga yang besar dan galak!”, kata Pak Kalabani dengan bangga. Wola mengibaskan ekornya sambil menggoyangkan bonekanya. “Ya!”, kata Ibu Kalabani menyetujui, sambil tersenyum kepada Wola
wola
Wola
Pak Kalabani pemilik toko makanan menyukai anjing ia ingin punya satu untuk dipelihara, tapi istrinya tidak suka anjing.
Suatu pagi Pak Bawal, Penjual ikan di sebarang jalan, berlari keluar dari tokonya sambil berteriak, ” Tolong, saya di rampok!”.“Hal itu tak perlu terjadi seandainya Bapak memelihara anjing penjaga!” kata Ibu Bawal.
“ Peristiwa itu tak akan terjadi pada kita,” kata Pak Kalabani pemilik toko makanan. “aku akan pergi Ke toko hewan piaraan sekarang untuk membeli anjing penjaga yang besar dan galak.” “ kau tahu aku tak suka anjing,’’ Keluh ibu Kalabani.
Pak Kalabani membeli seekor anjing kecil, dan menurut penjualnya, anjing itu akan menjadi anjing yang nantinya. Kemudian Pak Kalabani menamai anjing itu “Wola”. Ibu Kalabani membuatkan Wola makanan hangat Yang lezat. Lalu ia menjahitkan sebuah boneka kecil dari kain perca yang diisinya dengan biji kedelai untuk Wola
.Si Wola menggigit boneka itu lalu menggoyang-goyangkannya. Ia sangat menyukai boneka itu. Malam pertama di toko itu, Wola merasa ketakutan tidur dalam gelap . Ia merengek terus –menerus.”Sst, Wola. Naiklah ke tempat tidur bersama kami, “ kata Pak Kalabani. “Dan bawa bonekamu “
Wola tumbuh dengan cepat ! Ia makan terus, dan tumbuh semakin besar !. Boneka kedelai selalu digigitnya, kalau tidak ,ia selalu meletakkannya tak jauh darinya. Jika sebentar saja boneka itu tak berada di dekatnya, Wola pasti akan melolong-lolong.
“Huh !” katanya “anjing penjaga yang hebat “, dengus ibu Kalabani. Wola tumbuh begitu besar sehingga kibasan ekornya bisa merobohkan tumpukan kaleng makanan. Ia menyukai siapa saja.” Sekarang ia sudah begitu besar, kapan ia mulai galak ?” tanya ibu Kalabani. “O tentu secepat mungkin,” janji suaminya.
“Ia akan lebih berani jika ia bergaul dengan anjing lainnya,” kata ibu Kalabani.
Tetapi Wola melarikan diri dari anjing pertama yang dilihatnya. Wola juga lari ketakutan melihat kucing ,bahkan didalam tokonya sendiri! Ia pun takut pada tikus, laba-laba dan sapu ibu Kalabani !
Sebenarnya Wola merasa lebih aman jika tidak berada dilantai. ia akan naik ke meja pembayaran sambil membawa bonekanya, dan tidur melingkar dekat mesin kasir.
“lihat, Wola menjaga uang seperti anjing penjaga sejati!”
Ujar Pak Kalabani dengan bangga. Wola menghabiskan sebagian besar waktunya di sana. “O, ya “ kata ibu Kala bani, “setidaknya ia tidak menghalangi orang lewat.
Pada suatu malam Pak Kalabani keluar pintu belakang untuk membuang sampah.
Diluar, dalam kegelapan malam, seorang pencuri sedang menunggu. Ia segera menyelinap masuk begitu Pak Kalabani membalikkan punggungnya kemudian ia berjingkat kearah mesin kasir untuk mencuri uang. Ia tidak takut kepada Wola yang sedang tidur dengan lelapnya dekat dengan mesin kasir.
Pencuri itu telah mendengar segala hal tentang Wola. Ia tau Wola tidak akan mengganggunya, karena Wola hanya anjing bodoh, yang kerjanya hanya tiduran.
Tetapi ketikasang pencuri melemparkan boneka biji kedelai itu kelantai, Wola terbangun dan sangat marah. Ia melompat ke arah pencuri itu dan menjatuhkannya. Ia menduduki pencuri itu sambil menggonggong.
Pak Kalabani mendengar gonggonggan Wola, dan segera berlari kedalam toko. Ia lihat pencuri itu, lalu berteriak, ”Polisi! Tolong !”
Ketika Pak polisi masuk kedalam toko, Wola masih duduk diatas pencuri sambil menggigit boneka biji kedelai. Wola menjadi pahlawan !
Potretnya muncul di koran.
“Sudah kukatakan kepadamu, Ia akan menjadi anjing penjaga yang besar dan galak!”, kata Pak Kalabani dengan bangga. Wola mengibaskan ekornya sambil menggoyangkan bonekanya. “Ya!”, kata Ibu Kalabani menyetujui, sambil tersenyum kepada Wola
SUMBER:SAMUEL DIARY
Pak Kalabani pemilik toko makanan menyukai anjing ia ingin punya satu untuk dipelihara, tapi istrinya tidak suka anjing.
Suatu pagi Pak Bawal, Penjual ikan di sebarang jalan, berlari keluar dari tokonya sambil berteriak, ” Tolong, saya di rampok!”.“Hal itu tak perlu terjadi seandainya Bapak memelihara anjing penjaga!” kata Ibu Bawal.
“ Peristiwa itu tak akan terjadi pada kita,” kata Pak Kalabani pemilik toko makanan. “aku akan pergi Ke toko hewan piaraan sekarang untuk membeli anjing penjaga yang besar dan galak.” “ kau tahu aku tak suka anjing,’’ Keluh ibu Kalabani.
Pak Kalabani membeli seekor anjing kecil, dan menurut penjualnya, anjing itu akan menjadi anjing yang nantinya. Kemudian Pak Kalabani menamai anjing itu “Wola”. Ibu Kalabani membuatkan Wola makanan hangat Yang lezat. Lalu ia menjahitkan sebuah boneka kecil dari kain perca yang diisinya dengan biji kedelai untuk Wola
.Si Wola menggigit boneka itu lalu menggoyang-goyangkannya. Ia sangat menyukai boneka itu. Malam pertama di toko itu, Wola merasa ketakutan tidur dalam gelap . Ia merengek terus –menerus.”Sst, Wola. Naiklah ke tempat tidur bersama kami, “ kata Pak Kalabani. “Dan bawa bonekamu “
Wola tumbuh dengan cepat ! Ia makan terus, dan tumbuh semakin besar !. Boneka kedelai selalu digigitnya, kalau tidak ,ia selalu meletakkannya tak jauh darinya. Jika sebentar saja boneka itu tak berada di dekatnya, Wola pasti akan melolong-lolong.
“Huh !” katanya “anjing penjaga yang hebat “, dengus ibu Kalabani. Wola tumbuh begitu besar sehingga kibasan ekornya bisa merobohkan tumpukan kaleng makanan. Ia menyukai siapa saja.” Sekarang ia sudah begitu besar, kapan ia mulai galak ?” tanya ibu Kalabani. “O tentu secepat mungkin,” janji suaminya.
“Ia akan lebih berani jika ia bergaul dengan anjing lainnya,” kata ibu Kalabani.
Tetapi Wola melarikan diri dari anjing pertama yang dilihatnya. Wola juga lari ketakutan melihat kucing ,bahkan didalam tokonya sendiri! Ia pun takut pada tikus, laba-laba dan sapu ibu Kalabani !
Sebenarnya Wola merasa lebih aman jika tidak berada dilantai. ia akan naik ke meja pembayaran sambil membawa bonekanya, dan tidur melingkar dekat mesin kasir.
“lihat, Wola menjaga uang seperti anjing penjaga sejati!”
Ujar Pak Kalabani dengan bangga. Wola menghabiskan sebagian besar waktunya di sana. “O, ya “ kata ibu Kala bani, “setidaknya ia tidak menghalangi orang lewat.
Pada suatu malam Pak Kalabani keluar pintu belakang untuk membuang sampah.
Diluar, dalam kegelapan malam, seorang pencuri sedang menunggu. Ia segera menyelinap masuk begitu Pak Kalabani membalikkan punggungnya kemudian ia berjingkat kearah mesin kasir untuk mencuri uang. Ia tidak takut kepada Wola yang sedang tidur dengan lelapnya dekat dengan mesin kasir.
Pencuri itu telah mendengar segala hal tentang Wola. Ia tau Wola tidak akan mengganggunya, karena Wola hanya anjing bodoh, yang kerjanya hanya tiduran.
Tetapi ketikasang pencuri melemparkan boneka biji kedelai itu kelantai, Wola terbangun dan sangat marah. Ia melompat ke arah pencuri itu dan menjatuhkannya. Ia menduduki pencuri itu sambil menggonggong.
Pak Kalabani mendengar gonggonggan Wola, dan segera berlari kedalam toko. Ia lihat pencuri itu, lalu berteriak, ”Polisi! Tolong !”
Ketika Pak polisi masuk kedalam toko, Wola masih duduk diatas pencuri sambil menggigit boneka biji kedelai. Wola menjadi pahlawan !
Potretnya muncul di koran.
“Sudah kukatakan kepadamu, Ia akan menjadi anjing penjaga yang besar dan galak!”, kata Pak Kalabani dengan bangga. Wola mengibaskan ekornya sambil menggoyangkan bonekanya. “Ya!”, kata Ibu Kalabani menyetujui, sambil tersenyum kepada Wola
SUMBER:SAMUEL DIARY
Wola
Pak Kalabani pemilik toko makanan menyukai anjing ia ingin punya satu untuk dipelihara, tapi istrinya tidak suka anjing.
Suatu pagi Pak Bawal, Penjual ikan di sebarang jalan, berlari keluar dari tokonya sambil berteriak, ” Tolong, saya di rampok!”.“Hal itu tak perlu terjadi seandainya Bapak memelihara anjing penjaga!” kata Ibu Bawal.
“ Peristiwa itu tak akan terjadi pada kita,” kata Pak Kalabani pemilik toko makanan. “aku akan pergi Ke toko hewan piaraan sekarang untuk membeli anjing penjaga yang besar dan galak.” “ kau tahu aku tak suka anjing,’’ Keluh ibu Kalabani.
Pak Kalabani membeli seekor anjing kecil, dan menurut penjualnya, anjing itu akan menjadi anjing yang nantinya. Kemudian Pak Kalabani menamai anjing itu “Wola”. Ibu Kalabani membuatkan Wola makanan hangat Yang lezat. Lalu ia menjahitkan sebuah boneka kecil dari kain perca yang diisinya dengan biji kedelai untuk Wola
.Si Wola menggigit boneka itu lalu menggoyang-goyangkannya. Ia sangat menyukai boneka itu. Malam pertama di toko itu, Wola merasa ketakutan tidur dalam gelap . Ia merengek terus –menerus.”Sst, Wola. Naiklah ke tempat tidur bersama kami, “ kata Pak Kalabani. “Dan bawa bonekamu “
Wola tumbuh dengan cepat ! Ia makan terus, dan tumbuh semakin besar !. Boneka kedelai selalu digigitnya, kalau tidak ,ia selalu meletakkannya tak jauh darinya. Jika sebentar saja boneka itu tak berada di dekatnya, Wola pasti akan melolong-lolong.
“Huh !” katanya “anjing penjaga yang hebat “, dengus ibu Kalabani. Wola tumbuh begitu besar sehingga kibasan ekornya bisa merobohkan tumpukan kaleng makanan. Ia menyukai siapa saja.” Sekarang ia sudah begitu besar, kapan ia mulai galak ?” tanya ibu Kalabani. “O tentu secepat mungkin,” janji suaminya.
“Ia akan lebih berani jika ia bergaul dengan anjing lainnya,” kata ibu Kalabani.
Tetapi Wola melarikan diri dari anjing pertama yang dilihatnya. Wola juga lari ketakutan melihat kucing ,bahkan didalam tokonya sendiri! Ia pun takut pada tikus, laba-laba dan sapu ibu Kalabani !
Sebenarnya Wola merasa lebih aman jika tidak berada dilantai. ia akan naik ke meja pembayaran sambil membawa bonekanya, dan tidur melingkar dekat mesin kasir.
“lihat, Wola menjaga uang seperti anjing penjaga sejati!”
Ujar Pak Kalabani dengan bangga. Wola menghabiskan sebagian besar waktunya di sana. “O, ya “ kata ibu Kala bani, “setidaknya ia tidak menghalangi orang lewat.
Pada suatu malam Pak Kalabani keluar pintu belakang untuk membuang sampah.
Diluar, dalam kegelapan malam, seorang pencuri sedang menunggu. Ia segera menyelinap masuk begitu Pak Kalabani membalikkan punggungnya kemudian ia berjingkat kearah mesin kasir untuk mencuri uang. Ia tidak takut kepada Wola yang sedang tidur dengan lelapnya dekat dengan mesin kasir.
Pencuri itu telah mendengar segala hal tentang Wola. Ia tau Wola tidak akan mengganggunya, karena Wola hanya anjing bodoh, yang kerjanya hanya tiduran.
Tetapi ketikasang pencuri melemparkan boneka biji kedelai itu kelantai, Wola terbangun dan sangat marah. Ia melompat ke arah pencuri itu dan menjatuhkannya. Ia menduduki pencuri itu sambil menggonggong.
Pak Kalabani mendengar gonggonggan Wola, dan segera berlari kedalam toko. Ia lihat pencuri itu, lalu berteriak, ”Polisi! Tolong !”
Ketika Pak polisi masuk kedalam toko, Wola masih duduk diatas pencuri sambil menggigit boneka biji kedelai. Wola menjadi pahlawan !
Potretnya muncul di koran.
“Sudah kukatakan kepadamu, Ia akan menjadi anjing penjaga yang besar dan galak!”, kata Pak Kalabani dengan bangga. Wola mengibaskan ekornya sambil menggoyangkan bonekanya. “Ya!”, kata Ibu Kalabani menyetujui, sambil tersenyum kepada Wola
Pak Kalabani pemilik toko makanan menyukai anjing ia ingin punya satu untuk dipelihara, tapi istrinya tidak suka anjing.
Suatu pagi Pak Bawal, Penjual ikan di sebarang jalan, berlari keluar dari tokonya sambil berteriak, ” Tolong, saya di rampok!”.“Hal itu tak perlu terjadi seandainya Bapak memelihara anjing penjaga!” kata Ibu Bawal.
“ Peristiwa itu tak akan terjadi pada kita,” kata Pak Kalabani pemilik toko makanan. “aku akan pergi Ke toko hewan piaraan sekarang untuk membeli anjing penjaga yang besar dan galak.” “ kau tahu aku tak suka anjing,’’ Keluh ibu Kalabani.
Pak Kalabani membeli seekor anjing kecil, dan menurut penjualnya, anjing itu akan menjadi anjing yang nantinya. Kemudian Pak Kalabani menamai anjing itu “Wola”. Ibu Kalabani membuatkan Wola makanan hangat Yang lezat. Lalu ia menjahitkan sebuah boneka kecil dari kain perca yang diisinya dengan biji kedelai untuk Wola
.Si Wola menggigit boneka itu lalu menggoyang-goyangkannya. Ia sangat menyukai boneka itu. Malam pertama di toko itu, Wola merasa ketakutan tidur dalam gelap . Ia merengek terus –menerus.”Sst, Wola. Naiklah ke tempat tidur bersama kami, “ kata Pak Kalabani. “Dan bawa bonekamu “
Wola tumbuh dengan cepat ! Ia makan terus, dan tumbuh semakin besar !. Boneka kedelai selalu digigitnya, kalau tidak ,ia selalu meletakkannya tak jauh darinya. Jika sebentar saja boneka itu tak berada di dekatnya, Wola pasti akan melolong-lolong.
“Huh !” katanya “anjing penjaga yang hebat “, dengus ibu Kalabani. Wola tumbuh begitu besar sehingga kibasan ekornya bisa merobohkan tumpukan kaleng makanan. Ia menyukai siapa saja.” Sekarang ia sudah begitu besar, kapan ia mulai galak ?” tanya ibu Kalabani. “O tentu secepat mungkin,” janji suaminya.
“Ia akan lebih berani jika ia bergaul dengan anjing lainnya,” kata ibu Kalabani.
Tetapi Wola melarikan diri dari anjing pertama yang dilihatnya. Wola juga lari ketakutan melihat kucing ,bahkan didalam tokonya sendiri! Ia pun takut pada tikus, laba-laba dan sapu ibu Kalabani !
Sebenarnya Wola merasa lebih aman jika tidak berada dilantai. ia akan naik ke meja pembayaran sambil membawa bonekanya, dan tidur melingkar dekat mesin kasir.
“lihat, Wola menjaga uang seperti anjing penjaga sejati!”
Ujar Pak Kalabani dengan bangga. Wola menghabiskan sebagian besar waktunya di sana. “O, ya “ kata ibu Kala bani, “setidaknya ia tidak menghalangi orang lewat.
Pada suatu malam Pak Kalabani keluar pintu belakang untuk membuang sampah.
Diluar, dalam kegelapan malam, seorang pencuri sedang menunggu. Ia segera menyelinap masuk begitu Pak Kalabani membalikkan punggungnya kemudian ia berjingkat kearah mesin kasir untuk mencuri uang. Ia tidak takut kepada Wola yang sedang tidur dengan lelapnya dekat dengan mesin kasir.
Pencuri itu telah mendengar segala hal tentang Wola. Ia tau Wola tidak akan mengganggunya, karena Wola hanya anjing bodoh, yang kerjanya hanya tiduran.
Tetapi ketikasang pencuri melemparkan boneka biji kedelai itu kelantai, Wola terbangun dan sangat marah. Ia melompat ke arah pencuri itu dan menjatuhkannya. Ia menduduki pencuri itu sambil menggonggong.
Pak Kalabani mendengar gonggonggan Wola, dan segera berlari kedalam toko. Ia lihat pencuri itu, lalu berteriak, ”Polisi! Tolong !”
Ketika Pak polisi masuk kedalam toko, Wola masih duduk diatas pencuri sambil menggigit boneka biji kedelai. Wola menjadi pahlawan !
Potretnya muncul di koran.
“Sudah kukatakan kepadamu, Ia akan menjadi anjing penjaga yang besar dan galak!”, kata Pak Kalabani dengan bangga. Wola mengibaskan ekornya sambil menggoyangkan bonekanya. “Ya!”, kata Ibu Kalabani menyetujui, sambil tersenyum kepada Wola
Subscribe to:
Posts (Atom)
